Jaga Stabilitas dan Kerukunan Umat, Tim Intelijen Kejari HSS Gelar Rapat Koordinasi PAKEM di Desa Amawang Kanan
KANDANGAN — Guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan menjaga keharmonisan kehidupan beragama di tengah masyarakat, Tim Intelijen Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Selatan (Kejari HSS) melaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan dalam Masyarakat (PAKEM). Kegiatan tersebut bertempat di Desa Amawang Kanan, Kecamatan Kandangan, pada Senin (26/10/2026).

Rapat koordinasi ini dipimpin oleh Kasubsi I Intelijen Kejari HSS, Indra Adi Prabowo, S.H., M.H., bersama Kasubsi II Intelijen Kejari HSS, John Roberto Sampe, S.H., LL.M., serta didampingi oleh jajaran Tim Intelijen Kejari HSS.
Turut hadir dalam forum tersebut unsur perangkat Desa Amawang Kanan, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta perwakilan pengurus lembaga kemasyarakatan setempat. Pertemuan ini difokuskan sebagai langkah preventif untuk memperkuat deteksi dini terhadap potensi penyimpangan aliran kepercayaan atau aliran keagamaan yang berpotensi meresahkan masyarakat atau mengganggu ketertiban umum.
Dalam arahannya, Indra Adi Prabowo, S.H., M.H., menyampaikan bahwa Tim PAKEM memegang peranan penting dalam melakukan pengawasan secara persuasif serta membangun komunikasi yang aktif dengan masyarakat guna menyaring informasi secara akurat di tingkat akar rumput.
"Pengawasan aliran kepercayaan dan keagamaan bukan sekadar memantau, melainkan upaya bersama untuk merawat kerukunan, toleransi, dan kedamaian di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Kami mengimbau masyarakat untuk senantiasa waspada namun tetap mengedepankan musyawarah serta segera berkoordinasi dengan Tim PAKEM atau aparat berwenang jika menemukan indikasi aktivitas keagamaan yang menyimpang dari norma hukum dan norma agama yang berlaku," ungkap Indra Adi Prabowo.

Senada dengan hal tersebut, John Roberto Sampe, S.H., LL.M., menambahkan bahwa sinergi dan keterbukaan informasi dari masyarakat Desa Amawang Kanan sangat dibutuhkan agar setiap potensi permasalahan sosial kemasyarakatan dapat ditangani secara cepat, tepat, dan proporsional sebelum menimbulkan gesekan di tengah warga.
Sesi diskusi dan tanya jawab berjalan secara interaktif, di mana para tokoh masyarakat dan perangkat desa menyambut baik kehadiran Tim Intelijen Kejari HSS serta berkomitmen untuk terus menjaga situasi keamanan dan kerukunan beragama di wilayah masing-masing.
